PROFIL

Perjalanan organisasi yang legal bukan perkara mudah untuk dilakukan. Butuh waktu buat mencapai kebersamaan dalam mengarunginya. Pendirian sebuah majlis yang dilakukan oleh mereka para senior yang akhirnya bisa seperti ini harus dipertahanin dan harus lebih dan lebih bagus lagi dari hari kehari.

A. Muqaddimah
Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah swt, karena atas segala limpahan rahmat, karunia serta inayahNya kita terlahir dalam keadaan Islam. Maka wujud tanda syukur kita kepada Allah swt, marilah kita usahakan agar diri kita kembali menjadi pribadi-pribadi muslim dan muslimah yang berilmu dan taat kepada Allah swt dan RosulNya.
Salam shalawat senantiasa tercurah kepada manusia yang paling mulia, pemimpin umat, sang pencerah, suri tauladan kita yaitu Rosulullah Muhammad saw, yang tidak ada Nabi lagi sesudah beliau. Serta keluarga, sahabat dan umatnya yang senantiasa mengikuti risalahNya ila yaumul qimayamah. Amma ba’du:

Tiga tahun sudah kami menjalankan amanah ini, terasa cepat memang, namun rekam jejak yang dilalui telah penuh mengisi lembaran-lembaran catatan harian kami. Rasanya belum banyak yang kami lakukan, maka sebelum membaca laporan umum pengurus ini, kami mulai dengan permohonan maaf atas segala kesalahan, kehilafan dan banyak ketidaksempurnaan dalam menjalankan amanah sebagai pengurus RIMA periode 2008-2011. Kini tiba saatnya kami merampungkan dan melaporkan segala apa yang telah terjadi dan berjalan  dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini.

B. Kondisi Objektif
Remaja Islam Masjid Al-Manar didedikasikan sebagai wujud majlis taklim remaja yang berperan memberikan pencerahan kepada generasi muda sekaligus sebagai wadah transformasi pendidikan Islam non formal bagi remaja. Kontribusinya tidak hanya memberikan himbauan moral (amar ma’ruf nahi munkar) dalam masyarakat, tetapi juga sebagai upaya membangun masyarakat yang bermoral (akhlakul karimah), religius serta peka terhadap lingkungan. Dan semua ini tentunya berawal dari pembinaan generasi muda.
Pengurus RIMA sebelumnya, mulai dari kepengurusan saat dipegang Sdr. Budi Setiawan sebagai ketua petama RIMA terbentuk, kemudian dilanjutkan oleh sdr. M. Nurhakim, S.Sos, lalu sdr. Bibin Suhaibin, S.Sos.I. Serta sdr. Hijrah Abadi dan yang kemarin ini sdr. Sarly Amri, S.Pd.I. Alhamdulilah, dari kepengurusan sebelum-sebelumnya yang pernah diamanahkan untuk menjalankan roda RIMA telah membawa eksistensi ke arah yang konstruktif sampai saat ini.
Bercermin dari kepengurusan terdahulu, RIMA pada hakikatnya telah memiliki struktural pengurus yang tersusun dan dibentuk untuk agar membuat lebih sinergi dalam menjalankan aktivitas dan kegiatannya, maka dibentuklah beberapa bidang seperti: Departemen Dakwah dan Sosial Kemasyarakatan, Kaderisasi Minat dan Bakat, Keputrian, Kewirausahaan.

C. Kondisi Internal

Sekuat apapun nahkoda, pasti akan menjumpai gelombang badai besar yang menghadang, belum lagi ditambah dengan kekisruhan yang terjadi dari anak buah kapal yang berada didalamnya. Oleh karena itu, adanya evaluasi internal menjadi sangat perlu dilakukan agar jangan berlarut dan menjadi salah arah.

Dalam perjalanan RIMA pun dihadapkan dengan berbagai masalah internal, kebutuhan akan SDM remaja sampai saat ini masih sangat terasa kurang bahkan terseok-seok, sehingga berdampak pada kurang optimal jalannya roda kepengurusan. Dengan adanya kerjasama dan komitmen serta dukungan yang konstruktif dari banyak pihak, maka beberapa agenda program kerja RIMA ada yang terlaksana, walau tidak mencapai kesempurnaan seperti yang diharapkan.

Melihat realita pasca kepengurusan sebelumnya, kondisi RIMA memang tak lepas dari beberapa faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi, baik dalam yang membawa kearah kemajuan maupun kemunduran.

1. Faktor Pendukung

Terealisasinya beberapa kegiatan yang ada di RIMA tak lepas dari adanya gairah atau semangat, baik remaja maupun pemuda yang masih concern pada RIMA, serta adanya nasehat, saran, suntikan motivasi konstruktif serta partisipasi dari senior dan beberapa masyarakat sekitar Masjid yang sangat apresiatif terhadap kegiatan yang terselenggara dengan memberikan dukungan baik berupa materi maupun morilnya.

2. Faktor Penghambat

Harapan terkadang tak sesuai keinginan, agenda yang sudah direncanakan sebagian terlaksana, tetapi masih ada beberapa program kerja yang belum terealisasi. Kesibukan pribadi dari personil masih saja menjadi alasan klasik meskipun itu bisa di maklumi dan suatu kewajaran. Inilah pemicu yang sering menyebabkan tidak terealisasinya beberapa program agenda kerja di RIMA.

D. Kondisi Eksternal

Untuk memahami secara mendalam kondisi RIMA, maka perlu menganalisanya dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT. Hal ini akan memberikan deskripsi umum eksistensi RIMA dalam melaksanakan segala daya dan upaya yang diungkap secara konkret berdasarkan fakta kondisi nyata yang ada.

Strenght (Kekuatan)

Kekuatan merupakan modal dasar yang menjadi nilai lebih untuk terus maju dan bertahan yang saat ini dimiliki oleh RIMA. Antara lain, melimpahnya sumber daya pemuda dan remaja dilingkungan masjid Al-Manar, letak strategis masjid sehingga memudahkan bersatu untuk memaparkan agenda kerja dan kegiatan, kebutuhan edukasi spiritual menjadi kebutuhan dasar tiap insan sehingga mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar dan juga para orang tua, pengelolaan administrasi dan manajemen yang baik dan bagus serta varian silabi materi yang dimiliki RIMA, dan juga karena kedekatan emosional secara personel.

Weakness (Hambatan)

Bersambung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s